foto-kontak

Mengenal Pepaya Gading atau Pepaya Golden Zene

Pepaya Gading atau Pepaya Golden ZeneApa kabar sahabat petani samping rumah, kali ini kami akan membahas tentang Pepaya Gading atau Pepaya Golden Zene. Pasti diantara kita banyak yang sudah pernah menjumpainya, karena pepaya gading ini telah hidup di Indonesia lumayan lama, tapi diduga habitat asli tanaman ini bukan dari indonesia, mari kita simak bersama.
Pepaya Gading atau Pepaya Golden Zene diduga berasal dari daratan Amerika (Negara Meksiko), seiring dengan perkembangan jaman, terutama perpindahan penduduk dan perdagangan hingga bibit tanaman ini tumbuh di Nusantara. Adapun nenek moyang papaya kuning adalah Carica peltata Hook & Arn. 
Tanaman perdu ini mampu tumbuh hingga 3 meter, di Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah kebanyakan di tanam di pekarangan dan sedikit yang di budidayakan secara intensif(kebun). Tanaman papaya memiliki buah yang bergetah (papain )pada saat muda dan mulai berkurang pada saat matang / tua. 
Tanaman Pepaya Gading atau Pepaya Golden Zene akan tumbuh baik pada dataran rendah hingga dataran tinggi( 1.000 dpl), curah hujan yang tinggi akan di sukai pertumbuhan pohon papaya (1,000 -2.000 mm per tahun).Perakaran pohon papaya akan berkembang dengan baik padfa daerah yang memiliki kedalaman air tanah 50- 150 m. lahan yang terbuka terkena kontak langsung dengan sinar matahari dan pH tanah 6-7 akan merangsang proses fotosintesis dan mempenagruhi pertumbuhan dan produksi tanaman ini. 
Produksi buah papaya bisa menghasilkan sepanjang tahun, sehingga perbanyakan yang berasal dari biji (generative) sangat mudah di peroleh dan mudah di semaikan. Pesemaian biji yang berumur 3 bulan sudah dapat di lahan pertanaman, dengan menanam sebanyak 2-3 batang perlubang, dan pada perkembangan bibit ini, di seleksi dan akhirnya nanti disisakan 1 (satu) batang. Dalam perkembangan pertanaman pohon papaya ini , terkadang terserang beberapa organisme pengganggu tanaman (OPT) dan penyakit. Hama tungau merah (Tetranychus kansawai dan kutu kuning (Myzus persicae) merupakan hama dominan yang sering dijumpai di lapangan.

Demikian sedikit ulasan mengenai "Pepaya Gading atau Pepaya Golden Zene" semoga dapat membantu.


Cara Bertanam Tomat Dalam Polibag atau Pot

Kesempatan kali ini pekaranganhijau.com  akan, sedikit memberikan sedikit tips “Cara Bertanam Tomat Dalam Pot atau Polibag”. Semoga dapat memberikan sedikit pengetahuan dalam bertanam tomat.

Tomat atau nama ilmiahnya Solanum lycopersicum merupakan buah yang serbaguna, bisa dimakan langsung atau dibuat jus, juga bisa dijadikan bahan sayuran yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Meski buah ini sangat mudah didapatkan di pasar atau di kios terdekat dan harganya tidak terlalu mahal, namun tidak ada salahnya bagi anda untuk menanam sendiri buah tomat di pekarangan atau halaman rumah kita.  Selain bermanfaat untuk aktivitas atau hobi juga bermanfaat untuk anda sendiri karena buah yang dihasilkan sendiri tentunya lebih sehat dan tidak banyak terkena pestisida. Nah Jika anda tertarik untuk budidaya tomat dalam pot bisa membaca informasi “Cara Bertanam Tomat Dalam Pot atau Polibag”. di bawah ini.
a. Tempat dan Media Tanam
Budidaya tomat dalam pot atau polybag dapat memanfaatkan kaleng bekas , ember plastik, wadah bekas lainnya atau memakai pot atau polybag. Media tanam yang digunakan berupa tanah + pupuk kandang atau kompos. Perbandingan dapat 1:1, 1:2, atau 1:3 tergantung kesuburan atau berat ringannya tanah. Wadah tempat yang sudah disiapkan bawahnya dilubangi dan ditutup dengan pecahan gendeng untuk aliran air siraman. Setelah itu diisi dengan media yang telah kita siapkan sampai penuh.
b. Pesemaian
Tomat diperbanyak dengan bijinya, disemai terlebih dahulu lalu ditaruh pada wadah, bias berupa gelas air mineral ataupun di wadah semai, dan ditempatkan pada daerah yang teduh seperti dibawah pohon. Sebulan kemudian biji yang sudah bertunas itu perlu dipindah (disapih) ke tempat penanaman lain sebagai latihan bagi tananam muda ini, bias menggunakan gelas air mineral. Sesudah bibit setinggi kurang lebih 10 cm, baru bisa dipindah ke pot.
c. Penanaman
Dalam “Cara Bertanam Tomat Dalam Pot atau Polibag”, harus diperhatikan adalah, sebelum tanaman dipindah ke media tanam sebaiknya media tanam perlu disiram terlebih dahulu. Untuk memindahkan tanaman dari persemaian ke pot harus hati-hati jangan sampai akar tanamannya sampai banyak yang patah, dan pemindahannya sebaiknya dilakukan pada sore hari.
d. Perawatan
Perawatan tanaman tomat dalam pot atau polybag lebih mudah karena kesehatan setiap tanaman lebih terkontrol dan penularan penyakit lewat akar dapat dihindari. Beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan sebagai berikut :
    Periksa tanaman setiap hari, terutama dari hama dan penyakit. Bila dijumpai ada hama, ambil dan matikan hama tersebut dengan cara dijepit. Bila ada tanaman yang layu cabut dan buang saja medianya supaya tidak menular ke tanaman yang lain.
    Bila tanaman kelihatan kurang subur, tambah pupuk kandang atau kompos yang telah matang.
    Bila tanaman sudah tumbuh besar beri turus/pasak untuk membantu tegaknya tanaman tersebut.
    Jangan biarkan media tanam terlalu kering, siramlah tanaman secara rutin, minimal 3 kali sehari. Perhatikan kadar air dalam media tanam jangan terlalu basah juga.
e. Panen
Cara Bertanam Tomat Dalam Pot atau Polibag” dalam waktu relatif singkat sekitar 3 bulanan sudah dapat kita petik hasilnya.
Demikian sedikit dari pekaranganhijau.com tentang “Cara Bertanam Tomat Dalam Pot atau Polibag”. Semoga dapat memberikan pencerahan buat anda yang sedang bertanam tomat, terima kasih.