Sahabat Petani Samping Rumah, kali ini saya akan share tentang pekarangan, yaitu bagaimana "Agar Pekarangan Rumah Subur" dan pastinya menjadikan kita semangat dalam bertanam karena tanaman akan tumbuh subur dan kokoh. Baiklah tidak perlu panjang lebar mari kita simak artikel dibawah ini.
Memiliki taman kecil di pekarangan rumah dengan berbagai jenis tanaman di dalamnya terasa begitu mengasyikkan. Udara bersih nan segar akan berputar setiap saat. Selain itu, rumah pun akan terlihat asri dengan adanya tanaman yang ditata dengan rapi. Namun sayangnya, saat ini, kenikmatan seperti itu sangat jarang dirasakan di kota-kota besar, seperti Jakarta.
Jakarta sudah disesaki banyak bangunan tinggi menjulang. Begitu sedikit menyisakan tanah subur yang dapat ditanami tanaman. Halaman luas adalah suatu kemewahan. Sedangkan halaman sempit dan tidak subur merupakan hal yang lazim kita temukan. Halaman sempit disebabkan oleh pesatnya pembangunan fisik, seperti gedung perkantoran dan perumahan, di kota. Pada lahan yang sama rumah dibangun, dibongkar, dibangun, dan dibongkar. Dan muncullah tanah tidak subur akibat dari bercampurnya tanah dengan puing, sisa-sisa semen. Tentu saja tanah seperti ini sulit ditanami.
Tanah rusak adalah suatu kondisi di mana tanah memiliki sedikit kandungan unsur hara dan sulit untuk ditanami karena sifat-sifatnya tidak cocok dengan kebutuhan tanaman. "Agar Pekarangan Rumah Subur" Harus ada perbaikan pada tanah tersebut. Tanaman yang dapat ditanam pada kondisi tanah seperti ini adalah tanaman sayuran, seperti cabai, tomat, dan bayam.
Perbaikan pada tanah rusak ini dapat dilakukan dengan mengembalikan sifat asli tanah, yaitu banyak memiliki unsur hara dan gembur. Tanah dengan banyak puing tentu menjadikan tanah tersebut keras.
Sahabat Petani Samping Rumah, langkah awal yang dapat diambil adalah menghancurkan puing-puing tersebut dan menambahkan tanah baru agar akar tanaman bisa masuk. Tanah berpuing memiliki kandungan fosfor yang tinggi dan menjadikannya keras. Untuk itu, langkah selanjutnya adalah menambahkan pupuk organik, seperti kompos dan pupuk kandang, ke dalam tanah.
Pupuk organik memiliki peranan penting dalam proses ini karena dapat membantu proses penghancuran puing dan dapat kembali menggemburkan tanah. Selain itu, pupuk organik dapat menyeimbangkan pH tanah yang asam karena banyak mengandung fosfor. Adanya keseimbangan antara kandungan fosfor ( pupuk kimia) dan pupuk organik di dalam tanah secara langsung telah menambah unsur hara yang dibutuhkan tanah.
Proses perbaikan ini dilakukan secara bertahap hingga tanah menjadi subur kembali. Satu bulan adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan tanah rusak menjadi tanah subur dan bisa ditanami kembali. ‘’Sebenarnya, begitu kita mulai perbaiki (tanah rusak), saat itu juga kita bisa memakai tanah dan menanaminya. Tapi, untuk hasil maksimal, sebulanlah kurang lebih tanah tersebut sudah subur kembali dan bisa ditanami,’’ kata Dr Ir Suwardi, ahli tanah Institut Pertanian Bogor (IPB).
Tanah rusak yang telah kembali subur harus dirawat dan dijaga dengan baik dan benar agar ia tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai tanah. Perawatan tersebut dapat dilakukan dengan menambah pupuk organik tiap satu tahun sekali dan pemberian pupuk kimia secara berkala selama periode tanam. Pemberian pupuk kimia ini tidak boleh berlebihan.
Satu hal yang harus diingat adalah kita harus menjaga keseimbangan antara kandungan pupuk organik dan pupuk kimia bagi tanah dan tanaman. Sebab, kekurangan ataupun kelebihan kedua pupuk tersebut akan membawa dampak buruk bagi tanaman. Hal ini dilakukan agar unsur hara dalam tanah tetap terjaga dengan baik.
Penggunaan pupuk organik dan pupuk kimia pada tanah dan tanaman membawa dampak tersendiri, baik positif maupun negatif. Kedua jenis pupuk ini merupakan nutrisi yang memang dibutuhkan tanaman, sehingga berfungsi untuk menyuburkan tanah dan tanaman. Namun, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dan tidak dikontrol penggunaannya akan membawa dampak negatif, yaitu membuat tanah makin asam dan menjadi keras. ‘’Untuk pupuk organik sendiri, memang hampir tidak ada dampak negatif bagi tanah dan tanaman,’’ kata Suwardi.
Ia pun menambahkan, selain unsur hara, pupuk organik, dan pupuk kimia, sinar matahari dan udara pun memiliki peranan dalam proses perbaikan tanah rusak dan pertumbuhan tanaman. Ibarat manusia, tanah dan tanaman pun membutuhkan udara yang cukup untuk bernapas. Jika tekstur tanah terlalu rapat, tanaman tidak dapat bernapas dan akhirnya akan mati.
Membuat tanah rusak menjadi subur tidaklah sulit. Hanya dibutuhkan ketekunan untuk memperbaiki dan merawat tanah tersebut agar terus subur. ‘’Yang paling penting, jagalah unsur-unsur yang seharusnya ada dalam tanah agar tanaman dapat hidup di atasnya. Gunakan pupuk kimia dan organik secara berimbang,’’ jelas Suwardi.
Sahabat Petani Samping Rumah, demikian sedikit share tentang "Agar Pekarangan Rumah Subur" Semoga bermanfaat
Sumber : republika.co.id
Tampilkan postingan dengan label Panduan Berkebun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan Berkebun. Tampilkan semua postingan
Cara Menumbuhkan Alpukat dari Biji
Sahabat petani samping rumah, kali ini saya ingin share tentang "Cara Menumbuhkan Alpukat dari Biji". Alpukat ditanam dari biji banyak dilakukan oleh para penangkar benih, sebab seedlingnya dipake untuk batang bawah okulasi bibit alpukat, dan ada beberapa yang sengaja ditanam untuk dibuahkan. Baiklah mari ita simak bersama-sama.
Biji alpukat bisa ditanam langsung di tanah atau ditumbuhkan terlebih dahulu tunasnya di air.
Berikut adalah langkah menanam biji buah alpukat:
1. Memilih biji alpukat.
2. Menumbuhkan biji alpukat di dalam air.
3. Menanam biji alpukat langsung di tanah.
sumber : tipspetani.blogspot.com
Biji alpukat bisa ditanam langsung di tanah atau ditumbuhkan terlebih dahulu tunasnya di air.
Berikut adalah langkah menanam biji buah alpukat:
1. Memilih biji alpukat.
- Carilah buah alpukat yang lembut dan matang. Untuk mengeluarkan bijihnya, Anda harus memotong alpukat menjadi dua.
- Hati-hati saat memotong, jangan sampai biji rusak terkena pisau.
- Cuci biji untuk menghilangkan sisa daging buah yang menempel.
2. Menumbuhkan biji alpukat di dalam air.
- "Cara Menumbuhkan Alpukat dari Biji". di dalam air, pastikan mencuci biji alpukat hingga tidak tersisa daging buahnya.
- Biji alpukat memiliki sisi lebih sempit pada satu ujung tempat tumbuhnya daun dan sisi yang lebih luas pada ujung lainnya tempat tumbuhnya akar.
- Dalam wadah, letakkan biji alpukat sedemikian rupa sehingga ujung tempat tumbuhnya akar berada di bawah dan ujung tempat tumbuhnya daun berada di atas.
- Pastikan biji terendam setidaknya setengahnya dengan menyisakan biji bagian atas tidak terendam air.
- Letakkan wadah dekat jendela atau tempat yang terkena sinar matahari langsung.
- Pastikan bagian bawah biji selalu terendam air. Tambahkan air setiap kali air pada wadah terlihat susut.
- Umumnya, biji terlihat mulai retak dalam 2-3 minggu. Akar mulai terlihat tumbuh sekitar 3-4 minggu di bagian biji yang terendam air.
- Biarkan biji terus terendam sampai akar berukuran 5-7 cm. Ketika batang juga nampak mulai tumbuh, Anda bisa memindahkan biji dan menanamnya di tanah.
3. Menanam biji alpukat langsung di tanah.
- "Cara Menumbuhkan Alpukat dari Biji". juga bisa langsung ditanam di tanah. Sebelum menanam biji, pilih lokasi yang terkena sinar matahari langsung.
- Gali tanah kurang lebih seukuran biji dan tanam biji alpukat di dalamnya. Pastikan bagian ujung biji yang sempit sedikit menyembul di atas tanah.
- Pilih lokasi yang memiliki sistem drainase baik. Jangan sampai biji alpukat terendam oleh genangan air.
- Siram biji secara teratur, tetapi pastikan tidak ada air yang menggenang. Terlalu banyak air akan membuat akar menjadi busuk.
- Ketika bibit alpukat telah mencapai tinggi sekitar 15-20 cm, pangkas sebagian daun dan rantingnya untuk memicu pertumbuhan tunas baru.
sumber : tipspetani.blogspot.com
Cara Bertanam Tomat Dalam Polibag atau Pot
Kesempatan kali ini pekaranganhijau.com akan, sedikit memberikan sedikit
tips “Cara Bertanam Tomat Dalam Pot atau
Polibag”. Semoga dapat memberikan sedikit pengetahuan dalam bertanam tomat.
Tomat atau nama ilmiahnya Solanum lycopersicum merupakan
buah yang serbaguna, bisa dimakan langsung atau dibuat jus, juga bisa dijadikan
bahan sayuran yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Meski buah ini sangat mudah
didapatkan di pasar atau di kios terdekat dan harganya tidak terlalu mahal,
namun tidak ada salahnya bagi anda untuk menanam sendiri buah tomat di
pekarangan atau halaman rumah kita.
Selain bermanfaat untuk aktivitas atau hobi juga bermanfaat untuk anda
sendiri karena buah yang dihasilkan sendiri tentunya lebih sehat dan tidak
banyak terkena pestisida. Nah Jika anda tertarik untuk budidaya tomat dalam pot
bisa membaca informasi “Cara Bertanam
Tomat Dalam Pot atau Polibag”. di bawah ini.
Tomat atau nama ilmiahnya Solanum lycopersicum merupakan
buah yang serbaguna, bisa dimakan langsung atau dibuat jus, juga bisa dijadikan
bahan sayuran yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Meski buah ini sangat mudah
didapatkan di pasar atau di kios terdekat dan harganya tidak terlalu mahal,
namun tidak ada salahnya bagi anda untuk menanam sendiri buah tomat di
pekarangan atau halaman rumah kita.
Selain bermanfaat untuk aktivitas atau hobi juga bermanfaat untuk anda
sendiri karena buah yang dihasilkan sendiri tentunya lebih sehat dan tidak
banyak terkena pestisida. Nah Jika anda tertarik untuk budidaya tomat dalam pot
bisa membaca informasi “Cara Bertanam
Tomat Dalam Pot atau Polibag”. di bawah ini.
a. Tempat dan Media Tanam
Budidaya tomat dalam pot atau polybag dapat memanfaatkan
kaleng bekas , ember plastik, wadah bekas lainnya atau memakai pot atau
polybag. Media tanam yang digunakan berupa tanah + pupuk kandang atau kompos.
Perbandingan dapat 1:1, 1:2, atau 1:3 tergantung kesuburan atau berat ringannya
tanah. Wadah tempat yang sudah disiapkan bawahnya dilubangi dan ditutup dengan
pecahan gendeng untuk aliran air siraman. Setelah itu diisi dengan media yang
telah kita siapkan sampai penuh.
b. Pesemaian
Tomat diperbanyak dengan bijinya, disemai terlebih dahulu
lalu ditaruh pada wadah, bias berupa gelas air mineral ataupun di wadah semai, dan
ditempatkan pada daerah yang teduh seperti dibawah pohon. Sebulan kemudian biji
yang sudah bertunas itu perlu dipindah (disapih) ke tempat penanaman lain
sebagai latihan bagi tananam muda ini, bias menggunakan gelas air mineral. Sesudah
bibit setinggi kurang lebih 10 cm, baru bisa dipindah ke pot.
c. Penanaman
Dalam “Cara Bertanam
Tomat Dalam Pot atau Polibag”, harus diperhatikan adalah, sebelum tanaman
dipindah ke media tanam sebaiknya media tanam perlu disiram terlebih dahulu.
Untuk memindahkan tanaman dari persemaian ke pot harus hati-hati jangan sampai
akar tanamannya sampai banyak yang patah, dan pemindahannya sebaiknya dilakukan
pada sore hari.
d. Perawatan
Perawatan tanaman tomat dalam pot atau polybag lebih mudah
karena kesehatan setiap tanaman lebih terkontrol dan penularan penyakit lewat
akar dapat dihindari. Beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan sebagai
berikut :
Periksa tanaman
setiap hari, terutama dari hama dan penyakit. Bila dijumpai ada hama, ambil dan
matikan hama tersebut dengan cara dijepit. Bila ada tanaman yang layu cabut dan
buang saja medianya supaya tidak menular ke tanaman yang lain.
Bila tanaman
kelihatan kurang subur, tambah pupuk kandang atau kompos yang telah matang.
Bila tanaman sudah
tumbuh besar beri turus/pasak untuk membantu tegaknya tanaman tersebut.
Jangan biarkan
media tanam terlalu kering, siramlah tanaman secara rutin, minimal 3 kali
sehari. Perhatikan kadar air dalam media tanam jangan terlalu basah juga.
e. Panen
“Cara Bertanam Tomat
Dalam Pot atau Polibag” dalam waktu relatif singkat sekitar 3 bulanan sudah
dapat kita petik hasilnya.
Demikian sedikit dari pekaranganhijau.com tentang “Cara Bertanam Tomat Dalam Pot atau Polibag”. Semoga dapat
memberikan pencerahan buat anda yang sedang bertanam tomat, terima kasih.
menanam Sayuran di Batang Pisang
Salam hijau buat sahabat Petani Samping Rumah, saya melihat artikel ini sudah lama tapi baru sekarang ada ide buar repost ulang agar tidak lupa dikemudian hari, Baiklah mari kita simak sebuah inovasi dalam "menanam sayur di batang pisang"
Batang pisang bisa menggantikan bambu dan talang air untuk berkebun sayuran. Bahkan batang pisang memiliki kelebihan yakni banyak mengandung pati sebagai sumber nutrisi tanaman dan mikroorganisme di dalam batang pisang bisa menjadikan media tanam yang ditaruh pada saat menanam lama-kelamaan menjadi kompos.
Batang pisang juga memiliki senyawa penting seperti antrakuinon, saponin, dan flavanoid. Nah, pada manusia antrakuinon bermanfaat untuk menyuburkan rambut. Peran senyawa itu pada tanaman juga bisa menyuburkan pertumbuhan bulu-bulu akar yang berguna membantu tanaman menyerap unsur-unsur hara.
Pemakaian batang pisang untuk berkebun sayuran cukup mudah. Buatlah penyangga dari kayu untuk menahan batang pisang yang akan diletakkan secara horizontal. Berikutnya lubangi batang pisang seukuran gelas minuman mineral dengan lebar sekitar 15 cm dan dalam 10 cm dengan memakai pisau. Jarak antarlubang antara 15–20 cm.
Sebatang pisang dapat dibuat 2 lajur lubang. Setelah lubang jadi masukkan media tanam berupa tanah atau sampah organik ke dalam lubang tanam tersebut. Diamkan terlebih dahulu selama 2–3 hari untuk kemudian baru ditanam benih sayuran sesuai kehendak Anda. Perawatan tanaman yang dilakukan sama seperti berkebun memakai bambu atau talang. Sebuah batang pisang bisa dipakai 2–3 kali tanam, tergantung kepada kondisi batang.
Demikian repost tentang sebuah innovasi "menanam sayur di batang pisang" semoga bermanfaat
Sumber : http://www.bebeja.com/berkebun-sayuran-di-atas-batang-pisang
Batang pisang bisa menggantikan bambu dan talang air untuk berkebun sayuran. Bahkan batang pisang memiliki kelebihan yakni banyak mengandung pati sebagai sumber nutrisi tanaman dan mikroorganisme di dalam batang pisang bisa menjadikan media tanam yang ditaruh pada saat menanam lama-kelamaan menjadi kompos.
Batang pisang juga memiliki senyawa penting seperti antrakuinon, saponin, dan flavanoid. Nah, pada manusia antrakuinon bermanfaat untuk menyuburkan rambut. Peran senyawa itu pada tanaman juga bisa menyuburkan pertumbuhan bulu-bulu akar yang berguna membantu tanaman menyerap unsur-unsur hara.
Pemakaian batang pisang untuk berkebun sayuran cukup mudah. Buatlah penyangga dari kayu untuk menahan batang pisang yang akan diletakkan secara horizontal. Berikutnya lubangi batang pisang seukuran gelas minuman mineral dengan lebar sekitar 15 cm dan dalam 10 cm dengan memakai pisau. Jarak antarlubang antara 15–20 cm.
Sebatang pisang dapat dibuat 2 lajur lubang. Setelah lubang jadi masukkan media tanam berupa tanah atau sampah organik ke dalam lubang tanam tersebut. Diamkan terlebih dahulu selama 2–3 hari untuk kemudian baru ditanam benih sayuran sesuai kehendak Anda. Perawatan tanaman yang dilakukan sama seperti berkebun memakai bambu atau talang. Sebuah batang pisang bisa dipakai 2–3 kali tanam, tergantung kepada kondisi batang.
Demikian repost tentang sebuah innovasi "menanam sayur di batang pisang" semoga bermanfaat
Sumber : http://www.bebeja.com/berkebun-sayuran-di-atas-batang-pisang
Teknik Menanam Cabe Dalam Polybag atau Pot
Sahabat pekaranganhijau.com yang tercinta, Bicara masalah cabe alias lombok yang pedas itu, mungkin tidak ada habisnya. Tiap tahun selalu saja terjadi harga cabe setinggi langit. Tapi biar setinggi langit kita beli juga, rasanya tidak bisa makan tanpa ada rasa pedas dari cabe. Makan gorengan tanpa cabe juga tidak sedap rasanya. rasa guruh campur pedas plus teh hangat bisa membuat hidup terasa nikmat. Nah untuk anda yang hiodup di daerah perkotaan tentu saja paling menderita tatkala harga cabe mahal. Kalau di kampung sih mungkin tidak terpengaruh malah untung karena mereka tanam cabe. Untuk menyiasati keterbatasan lahan banyak orang mencoba menanam cabe dalam polybag atau dalam pot. Berikut ini cara sederhananya.
Cara Membuat Benih Cabe Sendiri.
Caranya, pilih buah cabe yang matang (merah), bentuk sempurna, segar, tidak cacat dan tidak terserang penyakit.
Kemudian keluarkan bijinya dengan mengiris buah secara memanjang.
Cuci biji lalu dikeringkan.
Kemudian pilih biji yang bentuk, ukuran dan warna seragam, permukaan kulit bersih, tidak keriput dan tidak cacat.
Bila anda tidak mau repot beli saja benih cabe di toko pertanian di kota anda, lagian harganya juga tidak terlalu mahal.
Benih yang akan ditanam diseleksi dengan cara merendam dalam air, biji yang terapung dibuang.
Persemaian Sebelum tanam di tempat permanen (polybag), sebaiknya benih disemai dulu dalam wadah semai yang dapat berupa bak plastik atau kayu dengan ketebalan sekitar 10 cm yang dilubangi bagian dasarnya untuk pengaturan air(drainase).
Persiapannya Persemaian
1. Isikan dalam wadah semai media berupa tanah pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Untuk menghilangkan gangguan hama berikan Curater 3 G takaran 10 10 gr/m2. Media ini disiapkan 1 minggu sebelum penyemaian benih.
2. Benih yang akan ditanam, sebelumnya direndam dalam air hangat (50 derajat Celcius) semalam. Lebih baik lagi bila diberi zat pengatur tumbuh seperti Atonik.
3. Tebarkan benih secara merata di media persemaian, bila mungkin beri jarak antar benih 5 x 5 cm sehingga waktu tanaman dipindah/dicabut, akarnya tidak rusak. Usahakan waktu benih ditanam diatasnya ditutup selapis tipis tanah. Kemudian letakkan wadah semai tersebut di tempat teduh dan lakukan penyiraman secukupnya agar media semai tetap lembab.
Pembibitan
1. Benih yang telah berkecambah atau bibit cabe umur 10-14 hari (biasanya telah tumbuh sepasang daun) sudah dapat dipindahkan ke tempat pembibitan.
2. Siapkan tempat pembibitan berupa polybag ukuran 8 x 9 cm atau bumbungan dari bahan daun pisang sehingga lebih murah harganya. Masukkan ke dalamnya campuran tanah, pasir dan pupuk kandang serta tambahkan Curater 3 G.
3. Pindahkan bibit cabe ke wadah pembibitan dengan hati-hati. Pada saat bibit ditanam di bumbungan, tanah di sekitar akar tanaman ditekan-tekan agar sedikit padat dan bibit berdiri tegak. Letakkan bibit di tempat teduh dan sirami secukupnya untuk menjaga kelembabannya. Pembibitan ini untuk meningkatkan daya adaptasi dan daya tumbuh bibit pada saat pemindahan di tempat terbuka.
4. Bibit bisa ditanam di polybag setelah berumur 30-40 hari.
Persiapan Media Tanam Polybag
1. Siapkan polybag tempat penanaman yang berlubang kiri kanannya untuk pengaturan air.
2. Masukkan media tanam ke dalamnya berupa campuran tanah dengan pupuk kandang 2 : 1 sebanyak 1/3 volume polybag. Tambahkan Furadan atau Curater 3 G 2 - 4 gr/tanaman untuk mematikan hama pengganggu dalam media tanah.
3. Masukkan campuran tanah dan pupuk kandang ke dalam polybag setinggi 1/3 nya
4. Tambahkan pupuk buatan sebagai pupuk dasar yaitu 10 gr SP 36, 5 gr KCl dan 1/3 bagian dari campuran 10 gr Urea + 20 gr ZA per tanaman (2/3 bagiannya untuk pupuk susulan). Kemudian siram dengan air agar pupuk laur dalam tanah.
Penanaman
1. Pilih bibit cabe yang baik yaitu pertumbuhannya tegar, warna daun hijau, tidak cacat/terkena hama penyakit.
2. Tanam bibit tersebut di polybag penanaman. Wadah media bibit harus dibuka dulu sebelum ditanam. Hati-hati supaya tanah yang menggumpal akar tidak lepas. Bila wadah bibit memakai bumbungan pisang langsung ditanam karena daun tersebut akan hancur sendiri. Tanam bibit bibit tepat di bagian tengah, tambahkan media tanahnya hingga mencapai sekitar 2 cm bibir polybag.
3. Padatkan permukaan media tanah dan siram dengan air lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.
Pemeliharaan Cabe dalam Polybag
1. Lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban media tanah polybag.
2. Lakukan pemupukan susulan : Umur 30 hari setelah tanam : 5 gr Kcl per tanaman. Umur 30 dan 60 hari setelah tanam : masing-masing 1/3 bagian dari sisa campuran Urea dan ZA pada pemupukan dasar.
3. Lakukan perompesan/pembuangan cabang daun di bawah cabang utama dan buang bunga yang pertama kali muncul.
4. Untuk mengendalikan hama lalat buah penyebab busuk buah, pasang jebakan yang diberi Antraxtan. Sedang untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid dengan insektisida seperti Curacron. Untuk penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, gunawan fungisida seperti Antracol. Dosis dan aplikasi masing-masing obat tersebut dapat dilihat pada labelnya.
Panen Cabe dalam Polybag
Cabai merah dapat dipanen umur sekitar 80 hari setelah tanam. Pemetikan cabe dapat dilakukan 1-2 kali seminggu disesuaikan dengan kebutuhan. Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar percabangan/tangkai tanaman tidak patah.
Demikian Sahabat pekaranganhijau.com yang tercinta, sedikit tentang Teknik Menanam Cabe Dalam Polybag atau Pot, semoga memberi manfaat.
Sumber : http://infotanam.blogspot.com/2013/03/teknik-menanam-cabelombok-dalam-polybag.html
Cara Membuat Benih Cabe Sendiri.
Caranya, pilih buah cabe yang matang (merah), bentuk sempurna, segar, tidak cacat dan tidak terserang penyakit.
Kemudian keluarkan bijinya dengan mengiris buah secara memanjang.
Cuci biji lalu dikeringkan.
Kemudian pilih biji yang bentuk, ukuran dan warna seragam, permukaan kulit bersih, tidak keriput dan tidak cacat.
Bila anda tidak mau repot beli saja benih cabe di toko pertanian di kota anda, lagian harganya juga tidak terlalu mahal.
Benih yang akan ditanam diseleksi dengan cara merendam dalam air, biji yang terapung dibuang.
Persemaian Sebelum tanam di tempat permanen (polybag), sebaiknya benih disemai dulu dalam wadah semai yang dapat berupa bak plastik atau kayu dengan ketebalan sekitar 10 cm yang dilubangi bagian dasarnya untuk pengaturan air(drainase).
Persiapannya Persemaian
1. Isikan dalam wadah semai media berupa tanah pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Untuk menghilangkan gangguan hama berikan Curater 3 G takaran 10 10 gr/m2. Media ini disiapkan 1 minggu sebelum penyemaian benih.
2. Benih yang akan ditanam, sebelumnya direndam dalam air hangat (50 derajat Celcius) semalam. Lebih baik lagi bila diberi zat pengatur tumbuh seperti Atonik.
3. Tebarkan benih secara merata di media persemaian, bila mungkin beri jarak antar benih 5 x 5 cm sehingga waktu tanaman dipindah/dicabut, akarnya tidak rusak. Usahakan waktu benih ditanam diatasnya ditutup selapis tipis tanah. Kemudian letakkan wadah semai tersebut di tempat teduh dan lakukan penyiraman secukupnya agar media semai tetap lembab.
Pembibitan
1. Benih yang telah berkecambah atau bibit cabe umur 10-14 hari (biasanya telah tumbuh sepasang daun) sudah dapat dipindahkan ke tempat pembibitan.
2. Siapkan tempat pembibitan berupa polybag ukuran 8 x 9 cm atau bumbungan dari bahan daun pisang sehingga lebih murah harganya. Masukkan ke dalamnya campuran tanah, pasir dan pupuk kandang serta tambahkan Curater 3 G.
3. Pindahkan bibit cabe ke wadah pembibitan dengan hati-hati. Pada saat bibit ditanam di bumbungan, tanah di sekitar akar tanaman ditekan-tekan agar sedikit padat dan bibit berdiri tegak. Letakkan bibit di tempat teduh dan sirami secukupnya untuk menjaga kelembabannya. Pembibitan ini untuk meningkatkan daya adaptasi dan daya tumbuh bibit pada saat pemindahan di tempat terbuka.
4. Bibit bisa ditanam di polybag setelah berumur 30-40 hari.
Persiapan Media Tanam Polybag
1. Siapkan polybag tempat penanaman yang berlubang kiri kanannya untuk pengaturan air.
2. Masukkan media tanam ke dalamnya berupa campuran tanah dengan pupuk kandang 2 : 1 sebanyak 1/3 volume polybag. Tambahkan Furadan atau Curater 3 G 2 - 4 gr/tanaman untuk mematikan hama pengganggu dalam media tanah.
3. Masukkan campuran tanah dan pupuk kandang ke dalam polybag setinggi 1/3 nya
4. Tambahkan pupuk buatan sebagai pupuk dasar yaitu 10 gr SP 36, 5 gr KCl dan 1/3 bagian dari campuran 10 gr Urea + 20 gr ZA per tanaman (2/3 bagiannya untuk pupuk susulan). Kemudian siram dengan air agar pupuk laur dalam tanah.
Penanaman
1. Pilih bibit cabe yang baik yaitu pertumbuhannya tegar, warna daun hijau, tidak cacat/terkena hama penyakit.
2. Tanam bibit tersebut di polybag penanaman. Wadah media bibit harus dibuka dulu sebelum ditanam. Hati-hati supaya tanah yang menggumpal akar tidak lepas. Bila wadah bibit memakai bumbungan pisang langsung ditanam karena daun tersebut akan hancur sendiri. Tanam bibit bibit tepat di bagian tengah, tambahkan media tanahnya hingga mencapai sekitar 2 cm bibir polybag.
3. Padatkan permukaan media tanah dan siram dengan air lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.
Pemeliharaan Cabe dalam Polybag
1. Lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban media tanah polybag.
2. Lakukan pemupukan susulan : Umur 30 hari setelah tanam : 5 gr Kcl per tanaman. Umur 30 dan 60 hari setelah tanam : masing-masing 1/3 bagian dari sisa campuran Urea dan ZA pada pemupukan dasar.
3. Lakukan perompesan/pembuangan cabang daun di bawah cabang utama dan buang bunga yang pertama kali muncul.
4. Untuk mengendalikan hama lalat buah penyebab busuk buah, pasang jebakan yang diberi Antraxtan. Sedang untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid dengan insektisida seperti Curacron. Untuk penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, gunawan fungisida seperti Antracol. Dosis dan aplikasi masing-masing obat tersebut dapat dilihat pada labelnya.
Panen Cabe dalam Polybag
Cabai merah dapat dipanen umur sekitar 80 hari setelah tanam. Pemetikan cabe dapat dilakukan 1-2 kali seminggu disesuaikan dengan kebutuhan. Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar percabangan/tangkai tanaman tidak patah.
Demikian Sahabat pekaranganhijau.com yang tercinta, sedikit tentang Teknik Menanam Cabe Dalam Polybag atau Pot, semoga memberi manfaat.
Sumber : http://infotanam.blogspot.com/2013/03/teknik-menanam-cabelombok-dalam-polybag.html
Cara Menanam Semangka Yang Baik
Sahabat Pekaranganhijau.com sudah menjadi rutinitas saya mencari link kemudian disadur kedalam blog ini, tetapi tetep meninggalkan link sumber artikel ini, yang di sematkan dibawah postingan. Kesempatan kali ini saya ingin mengetengahkan judul "Cara Menanam Semangka Yang Baik" semoga dapat memberikan gambaran global tentang menanam semangka.
Buah
semangka yang fresh serta manis sudah memasyarakat serta sudah banyak di
upayakan oleh petani di beragam tempat, hingga semangka merupakan di antara
komoditas buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Dengan
tersedianya benih-benih semangka hybrida ( f1 ) yang membuahkan buah dengan
produksi tinggi serta kualitas baik, contohnya : new dragon, china dragon,
yellow baby, grand dragon, redtop,sugar beby, metal, apalagi benih
semangka triploit ( non biji ) dan lain-lain. menambah semaraknya pengembangan
usaha tani semangka.
Penentuan
lokasi / syarat tumbuh
- type tanah : tanaman semangka tidak menginginkan type tanah spesifik asal ph 6-7 dengan drainage yang baik.
- ideal di tanam di dataran rendah, dengan toleransi 0-550 m dpl.
- tempat memperoleh penyinaran yang cukup / penuh ( tidak termaungi ).
- tempat bukan hanya bekas tanaman yang diserang penyakit layu, karat daun serta mildev ( sawah bekas tanaman padi yaitu sangat baik )
Pengolahan
tanah
- Pengolahan tanah di inginkan selesai lebih dulu sebelum saat bibit siap tanam, mengingat semangka yaitu tanaman semusim yang berusia pendek.
- bibit yang di tanam terlambat dapat mengganggu pertumbuhan
- bikin pola, persiapan untuk got, bedeng serta parit dengan ukuran :
- got : lebar 40 cm, dalam 30 cm.
- bedeng : lebar 2, 5 m, tinggi 30 cm pada segi got,
tinggi 15 cm pada segi parit.
- parit : lebar 20 cm, dalam 15 cm.
- tanah bisa di olah dengan total, lantas di bikin bedeng-bedeng atau di olah beberapa saja cuma pada jalur bedeng tanaman selebar 120cm.
- pada bedeng yang baru di olah sesudah lantas yakni pada bedeng tanam di tabur pupuk kandang, pupuk kimia serta dolomid dengan dosis per ha, seperti diulas sbb :
- pupuk kandang : 10 ton
- pupuk sp36 : 150 kg
- pupuk za : 300 kg
- pupuk kcl : 150 kg
- dolomid : 150 kg.
- sesudah pupuk dan dolomid di taburkab, bedeng di aduk hingga pupuk merata sembari menggemburkan tanah.
- bedeng ditinggikan, di ratakan serta di tutup dengan mulsa plastic, maka berlangsunglah bedeng tanam lebar 120 cm.
- selebihnya 130 cm yaitu bedeng jalar sebagai area menjalarnya cabang-cabang tanaman semangka.
Persemaian
- tentukan type / verietas yang baik sesuai keperluan pasar.
- kecambahkan lebih dahulu pada piring atau alat sejenis, di lapisi kain atau kertas bekas, benih di tabur rapat-rapat di tutup lagi dengan kain atau kertas bekas lantas dibasahi serta ditaruh di area yang aman serta tidak terkena cahaya matahari secara langsung.
- kontrol tingkat kebasahan media deder tersebut.
- jika sudah berkecambah selama 1-2 mm benih di pindahkan ke polybag dengan media tanah persemaian.
- area pembuatan persemaian mesti memperoleh cahaya matahari yang cukup serta terlindung dari hujan, maka di anjurkan diatas bedeng pembibitan di kurung dengan plastic.
- kontrol tingkat kebasahan media bibit, terlalau basah bibit justru bikin kondisi perakaran yang kurang sehat, jika terlalau kering bibit tumbuh kerdil.
- kontrol bibit tersebut dari serangan kutu daun ( aphids ) serta kepik pemakan daun ( 2 type hama tersebut kerap mengganggu pembibitan semangka ) serta hama-hama lain.
Penanaman
- semangka di tanam menjalar, maka disiapkan bedeng serta bedeng jalar ( dari percobaan menanam dengan plastic tidak efektif ).
- setiap bedeng cuma satu baris dengan jarak 50 cm ( dengan jarak yang bisa populasi dapat semakin banyak serta prestasinyapun dapat lebih tinggi ).
- bibit siap di tanam sesudah berdaun penuh 2 helai, kurang lebih umur 20 hari.
- penanaman di upayakan supaya pangkal batang di permukaan bedeng ( janganlah terlalu, dalam / dangkal ).
- siram supaya tanaman baru tersebut tidak layu.
Perawatan /
pemeliharaan
- kontrol tingkat kebasahan bedng, pada saat tanaman tetap kecil cukup di siram pertanaman, jika telah besar got di leb sampai tinggi bedeng, jika air sudh meresap dalam bedeng, got dibuka hingga air keluar serta di buang secepatnya.
- potong batang pada ruas ke 5, lantas dapat tumbuh sebagian cabang.
- berikanlah pupuk susulan dengan larutan npk 2% / 2 kg per 100 lt air. di kocorkan setiap batang 250 cc atau gelas aqua.
- tentukan 3 cabang terbaik dengan cabang yang nyaris sama.
- jalurkan cabang tersebut ke arah bedeng jalar dengan bantuan klip.
- ranting ke sampai 10 di potong / di rompes.
- dibuahkan pada ruas ke 11-15 ( buah sebelum saat ruas 11 dapat kecil serta buah yang terlampau ke ujung dapat berupa tidak normal, layaknya bolam ).
- ranting-ranting diatas ruas ke 11 dan sebagainya di biarlah.
- cabang pada ruas ke 30-32 dipotong.
- seleksi buah, tinggalkan buah setiap batang untuk semangka ukuran besar serta di tinggalkan 2 buah untuk type semangka ukuran tengah serta kecil ( ukuran besar contohnya : china dragon, new dragon, grand dragon, namun ukuran tengah yaitu sugar beby serta ukuran kecil yaitu delicios ).
- bolak balik posisi buah semangka agar warna kulitnya merata.
- kontrol situasi hama serta penyakit.
Hama
- aphids ( kutu daun ), hama ini menghisap cairan daun, menularkan virus yang menyebabkan daun keriting. pengendalianya dengan : marshal, curacron, dan lain-lain.
- hama trips ( tungau ),menghisap daun, daun jadi kaku berupa tidak normal bekas serangga agak mengkilap, tanaman kerdil, buah kecil-kecil.
- ulat penggerek daun serta buah, hama ini mengonsumsi daun buah terlebih kulit buah hingga turunkan kulit buah. pengendaliannya dengan : trebon, decis, marshal, dan lain-lain.
- kepik., hama ini mengonsumsi daun terlebih pada saat di persemaian serta tanaman muda. pengendalianya dengan : lanate, matador, rizotin, dan lain-lain.
Penyakit
- Penyakit layu ( layu bacteri serta
cendawan )
pengendaliannya
dengan :
- pengolahan tanah yang baik
- draenage yang baik
- ph tanah 6, 5-7
- pemakaian pupuk kandang yang telah jadi
- air irigasi tidak datang dari area diserang penyakit layu
- bacterisida serta fungi ( di siramkan pada pangkal batang ) umumnya sedikit membantu.
- Penyakit
karat daun.
Menyerang
dari daun tua menular kedaun yang lebih muda. tanda-tanda daun diserang, ada
trotol kuning melebar merubah jadi coklat serta makin gelap ( coklat tua )
jaringan daun mati. serangan berkembang amat cepat jika pengendalian dengan
fungisida tidak segera dikerjakan.
pengendalianya
dengan :
- draenage baik, hingga kebun tidak terlampau lembab.
- sanitasi kebun baik.
- pemangkasan ranting no sampai 10, hingga tidak terlampau rimbun serta sirkulasi udara bagus.
- sepray dengan dithane m45, ridomil, antrocol, rovral, dan lain-lain.
- Penyakit
embun tepung ( mildev ).
pertama cuma
ada sedikit trotol layaknya perokan tepung atau layaknya bekas larutan
pestisida yang jadi kering, menempel pada daun, lama kelamaan mengembang
melebar serta makin banyak. perubahan penyakit ini juga cepat.
penendalianya
dengan : antrokol, dethane, ridomil, rubugan dan lain-lain.
- Penyakit
busuk batang.
umumnya
berlangsung di pangkal batang atau tangkali daun.
pengendaliannya
dengan : pada pangkal batang oleskan dengan fungisida yang di bikin pasta.
Demikian sedikit artikel tentang "Cara Menanam Semangka Yang Baik" semoga dapat memberikan tambahan ilmu tentang tanam-menanam. go green.
sumber :..http://tipspetani.blogspot.com/2013/08/cara-menanam-buah-semangka-yang-baik.html
Panduan Menanam Sayuran/Herbal/Buah/Bunga Dari Biji/Benih
Panduan ini dibuat khususnya untuk pembeli biji/benih sayuran/herbal/buah/bunga yang ingin mendapat penjelasan cara menanamnya. Ada beberapa cara menanam yang biasa dipergunakan, namun yang akan dijelaskan pada artikel ini adalah salah satu cara menanam yang biasa kami lakukan. Selamat Menanam . . .
TAHAPAN MENANAM DARI BIJI/BENIH
Tahapan lengkap menanam adalah sebagai berikut :
Tentunya tidak semua tahapan harus diikuti. Selain tahapan lengkap dari 1 s/d 4, bisa juga no.2 dan 4 saja, atau 2,3 dan 4, atau 1 dan 4, atau langsung 4. Berikut penjelasan dari tiap tahapan:
1. Pra-Semai atau Seed Starting
Setiap pabrik benih mengeluarkan spesifikasi "Germination Rate", yaitu daya kecambah benih. Umumnya germination rate sekitar 80%, artinya jika kita menanam 10 benih, kemungkinan hanya 8 benih yang tumbuh. Pra-Semai dimaksudkan untuk menyaring benih yang tidak tumbuh, sehingga kita hanya menyemai/menanam benih yang sudah mulai berkecambah agar kepastian tumbuhnya cukup tinggi.
Ada beberapa cara Pra-Semai, salah satunya antara lain :
• Biji direndam air (hangat) selama 1/2 - 1 jam. Biji yang waktu berkecambahnya lama (biasanya kulit biji tebal), misalnya Coriander atau Parsley atau Horenzo boleh direndam semalaman. Setelah itu dilanjutkan ke Tahap berikutnya, yaitu disemai atau ditanam. Maksud perendamam untuk melembabkan kulit benih sehingga pori2 kulit membesar. Akibatnya terjadi penetrasi air ke dalam biji. Hal ini men-triger biji untuk menghasilkan zat pengatur tumbuh (auxin) yang kemudian mentriger lembaga benih (titik tumbuh) memulai pertumbuhan. Pada tahap ini kita belum dapat membedakan benih yang mempunyai daya kecambah tinggi dan rendah, sehingga jika langsung disemai/ditanam, kemungkinan tidak semua benih akan tumbuh (Catatan : air rendaman boleh diberi zat pengatur tumbuh atau pupuk cair organik atau sedikit garam untuk membantu proses pertumbuhan)
• Untuk memastikan benih yang disemai/tanam mempunyai daya kecambah tinggi, setelah benih direndam, disimpan di wadah dengan alas lembab seperti tissue yang dilembabkan. Tutup wadah agar tidak terjadi penguapan. Simpan di tempat sejuk. Setelah beberapa hari benih mulai berkecambah. Pada tahap ini kita dapat memilih hanya benih yang sudah berkecambah saja yang disemai atau ditanam, sehingga probailitas tumbuh jauh lebih tinggi.
2. Menyemai
Jika kita melakukan Pra-Semai, maka probabilitas benih tumbuh akan lebih besar. Namun dapat juga langsung menyemai tanpa melalui Pra-Semai. Berikut proses menyemai :
• Siapkan wadah semai seperti tray-semai atau wadah lain (sebaiknya tidak terlalu tinggi, 5-10cm cukup agar tidak perlu media terlalu banyak dan bagian bawah berlubang (bisa dibuat lubang sendiri)
• Isi dengan media. Sebaiknya campuran media halus (tanah disaring, pasir halus, sekam halus ditambah pupuk organik halus minimal 1/4 bagian). Basahi dahulu campuran media agar lembab
• Masukkan benih di tiap lubang tray-semai, cukup 1/2 cm dari permukaan media, tutup lagi dengan media. Jika menyemai di wadah lain, misal baki berlubang, beri jarak antar benih, 1-5 cm untuk memudahkan pemisahan bibit yang sudah tumbuh tanpa terlalu mengganggu perakaran.
• Semprot dengan sprayer jika media mulai kering. Kemudian tutup dengan kardus atau plastik warna solid atau penutup apa saja agar tidak terjadi penguapan sehingga media tetap lembab. Simpan di tempat sejuk
• Setelah beberapa hari (biasanya paling cepat 2 hari), benih mulai tumbuh. Buka penutup, usahakan mendapat sinar matahari (pagi) agar batang tidak terlalu panjang. Siram dengan sprayer agar bakal tanaman tidak terganggu air siraman. PERHATIKAN JANGAN TERLAMBAT MEMBUKA PENUTUP AGAR BATANG TIDAK TERLALU PANJANG.
Jika sudah tumbuh, apa tahap selanjutnya? Kapan bibit boleh dipindahkan?
Bibit boleh dipindahkan minimal setelah keluar dua daun asli, sehingga keseluruhan ada 4 daun, yaitu 2 daun dari biji dan 2 daun asli sesuai dengan tanaman tersebut pada waktu dewasa. Bibit dapat dipindahkan untuk :
• Disapih, atau
• Langsung ditanam
3. Menyapih
Bibit hasil semaian yang ditanam langsung di tanah atau pot/polibag, kondisinya masih agak lemah sehingga daya adaptasi di lingkungan yang baru lebih lambat. Hal ini dapat mnyebabkan stres pada tanaman sehingga mudah terserang penyakit. Disamping itu jika tanaman dimakan hama (misal siput), biasanya yang dimakan batangnya (karena masih lunak, "lezat"), sehingga begitu batangnya dimakan, maka tanaman akan mati.
Menyapih dimaksudkan agar tanaman sudah cukup besar dan kuat sebelum ditanam di tanah/pot sehingga daya adaptasi menjadi lebih baik. Begitu juga jika hama (siput) datang, biasanya yang dimakan daun, sehingga tanaman tetap hidup.
Cara menyapih :
• Ambil polibag kecil atau wadah kecil (gelas air mineral, potongan botol air mineral, potongan kotak susu dsb yang diberi lubang bawahnya)
• Isi dengan media tanah yang sudah dilembabkan atau campurannya, jangan lupa pupuk organik minimal 1/4 bagian. Lebih banyak lebih baik karena tanaman mulai memerlukan makanan tambahan
• Pindahkan bibit semaian ke wadah sapihan. Rawat teratur hingga tanaman cukup besar (jika menggunakan gelas air mineral, akarnya mulai kelihatan di sekeliling gelas)
• Siap ditanam di tanah/pot
Jika kita tidak ingin menyapih, jalan tengahnya dengan memindahkan tanaman setelah cukup besar (daun asli sudah lebih dari 4). Jika demikian, lubang semai (jika di tray semai) harus cukup besar untuk menampung perakaran atau jarak semaian harus cukup agar perakaran dapat berkembang dengan baik.
4. Menanam
Menanam dapat dilakukan dari hasil sapihan, atau hasil semaian atau hasil pra-semai atau bahkan langsung dari benih. Keuntungan dan kerugian sudah dijelaskan di atas.
Apa saja yang perlu diperhatikan ?
• Jika menggunakan pot/polibag, gunakan pot/polibag dengan ukuran memadai pada saat tanaman dewasa. Misal tanaman cabai atau tomat, sebaiknya gunakan ukuran diameter 50-60cm. Parsley cukup 30cm dsb.
• Gunakan campuran tanah dan media lain seperti sekam agar porousitas media cukup baik, yaitu dapat menangkap air tetapi tidak menahan yang menyebabkan air tergenang. Jangan lupa beri pupuk organik minimal 1/4 bagian. Lebih banyak lebih baik. Berbeda dengan pupuk kimia, pupuk organik sebetulnya adalah tanah yang kaya unsur hara, sehingga aplikasi pupuk organik dalam jumlah banyak tidak apa-apa.
• Jika menanam di tanah, jarak tanam disesuaikan dengan jenis tanaman, misal cabai/tomat/brokoli jarak sekitar 60cm, Caisim/Pakcoy/Horenzo dll cukup 15-20cm. Tujuannya agar ruang tumbuh dan paparan sinar matahari cukup, dan tidak bersaing mencari makanan
• Tinggal lakukan perawatan (siram, pruning, pupuk dsb) dan panen
Penanganan Khusus
• Menanam bayam dilakukan langsung di tanah. Karena biji bayam sangat kecil, untuk memudahkan menebar, campur 1 bagian biji bayam dengan 10 bagian pasir halus, aduk rata, baru ditabur. Dengan demikian, sebarannya akan lebih merata. Dapat juga menggunakan amplop yang salah satu ujungnya digunting sehingga membentuk lubang kecil. Benih bayam ditebar dengan menguncang-guncang amplop sehingga benih keluar dari lubang amplop tsb.
• Jangan lakukan perendaman (Pra-Semai) pada kacang Edamame karena kulitnya mudah terkelupas jika kena air. Begitu juga benih kemangi/basil atau sejenisnya
• Menanam umbi2an seperti wortel atau lobak sebaiknya langsung di tanah (langsung tahap 4) jika diinginkan bentuk umbi yang bagus.
• Jika menanam langsung di tanah (langsung tahap 4), sebaiknya satu lubang diisi 2-4 biji sehingga probabilitas tumbuh tiap lubang sangat besar. Nantinya hanya dipertahankan satu tanaman yang paling bagus/sehat. Yang lain dicabut atau dipindahkan (jangan mengganggu perakaran tanaman yang sehatnya)
• Benih besar seperti buncis, paria, jagung biasanya langsung ditanam. Jika ingin disemai, gunakan wadah yang agak besar, misal gelas air mineral
• Tanaman bunga umumnya memerlukan cahaya matahari lebih banyak agar lancar berbunga
SELAMAT MENANAM
Dikutip dari : http://www.famorganic.com/artikel/menanam%20dari%20benih.html
TAHAPAN MENANAM DARI BIJI/BENIH
Tahapan lengkap menanam adalah sebagai berikut :
- Pra-Semai atau Seed Starting
- Menyemai
- Menyapih
- Menanam
Tentunya tidak semua tahapan harus diikuti. Selain tahapan lengkap dari 1 s/d 4, bisa juga no.2 dan 4 saja, atau 2,3 dan 4, atau 1 dan 4, atau langsung 4. Berikut penjelasan dari tiap tahapan:
1. Pra-Semai atau Seed Starting
Setiap pabrik benih mengeluarkan spesifikasi "Germination Rate", yaitu daya kecambah benih. Umumnya germination rate sekitar 80%, artinya jika kita menanam 10 benih, kemungkinan hanya 8 benih yang tumbuh. Pra-Semai dimaksudkan untuk menyaring benih yang tidak tumbuh, sehingga kita hanya menyemai/menanam benih yang sudah mulai berkecambah agar kepastian tumbuhnya cukup tinggi.
Ada beberapa cara Pra-Semai, salah satunya antara lain :
• Biji direndam air (hangat) selama 1/2 - 1 jam. Biji yang waktu berkecambahnya lama (biasanya kulit biji tebal), misalnya Coriander atau Parsley atau Horenzo boleh direndam semalaman. Setelah itu dilanjutkan ke Tahap berikutnya, yaitu disemai atau ditanam. Maksud perendamam untuk melembabkan kulit benih sehingga pori2 kulit membesar. Akibatnya terjadi penetrasi air ke dalam biji. Hal ini men-triger biji untuk menghasilkan zat pengatur tumbuh (auxin) yang kemudian mentriger lembaga benih (titik tumbuh) memulai pertumbuhan. Pada tahap ini kita belum dapat membedakan benih yang mempunyai daya kecambah tinggi dan rendah, sehingga jika langsung disemai/ditanam, kemungkinan tidak semua benih akan tumbuh (Catatan : air rendaman boleh diberi zat pengatur tumbuh atau pupuk cair organik atau sedikit garam untuk membantu proses pertumbuhan)
• Untuk memastikan benih yang disemai/tanam mempunyai daya kecambah tinggi, setelah benih direndam, disimpan di wadah dengan alas lembab seperti tissue yang dilembabkan. Tutup wadah agar tidak terjadi penguapan. Simpan di tempat sejuk. Setelah beberapa hari benih mulai berkecambah. Pada tahap ini kita dapat memilih hanya benih yang sudah berkecambah saja yang disemai atau ditanam, sehingga probailitas tumbuh jauh lebih tinggi.
2. Menyemai
Jika kita melakukan Pra-Semai, maka probabilitas benih tumbuh akan lebih besar. Namun dapat juga langsung menyemai tanpa melalui Pra-Semai. Berikut proses menyemai :
• Siapkan wadah semai seperti tray-semai atau wadah lain (sebaiknya tidak terlalu tinggi, 5-10cm cukup agar tidak perlu media terlalu banyak dan bagian bawah berlubang (bisa dibuat lubang sendiri)
• Isi dengan media. Sebaiknya campuran media halus (tanah disaring, pasir halus, sekam halus ditambah pupuk organik halus minimal 1/4 bagian). Basahi dahulu campuran media agar lembab
• Masukkan benih di tiap lubang tray-semai, cukup 1/2 cm dari permukaan media, tutup lagi dengan media. Jika menyemai di wadah lain, misal baki berlubang, beri jarak antar benih, 1-5 cm untuk memudahkan pemisahan bibit yang sudah tumbuh tanpa terlalu mengganggu perakaran.
• Semprot dengan sprayer jika media mulai kering. Kemudian tutup dengan kardus atau plastik warna solid atau penutup apa saja agar tidak terjadi penguapan sehingga media tetap lembab. Simpan di tempat sejuk
• Setelah beberapa hari (biasanya paling cepat 2 hari), benih mulai tumbuh. Buka penutup, usahakan mendapat sinar matahari (pagi) agar batang tidak terlalu panjang. Siram dengan sprayer agar bakal tanaman tidak terganggu air siraman. PERHATIKAN JANGAN TERLAMBAT MEMBUKA PENUTUP AGAR BATANG TIDAK TERLALU PANJANG.
Jika sudah tumbuh, apa tahap selanjutnya? Kapan bibit boleh dipindahkan?
Bibit boleh dipindahkan minimal setelah keluar dua daun asli, sehingga keseluruhan ada 4 daun, yaitu 2 daun dari biji dan 2 daun asli sesuai dengan tanaman tersebut pada waktu dewasa. Bibit dapat dipindahkan untuk :
• Disapih, atau
• Langsung ditanam
3. Menyapih
Bibit hasil semaian yang ditanam langsung di tanah atau pot/polibag, kondisinya masih agak lemah sehingga daya adaptasi di lingkungan yang baru lebih lambat. Hal ini dapat mnyebabkan stres pada tanaman sehingga mudah terserang penyakit. Disamping itu jika tanaman dimakan hama (misal siput), biasanya yang dimakan batangnya (karena masih lunak, "lezat"), sehingga begitu batangnya dimakan, maka tanaman akan mati.
Menyapih dimaksudkan agar tanaman sudah cukup besar dan kuat sebelum ditanam di tanah/pot sehingga daya adaptasi menjadi lebih baik. Begitu juga jika hama (siput) datang, biasanya yang dimakan daun, sehingga tanaman tetap hidup.
Cara menyapih :
• Ambil polibag kecil atau wadah kecil (gelas air mineral, potongan botol air mineral, potongan kotak susu dsb yang diberi lubang bawahnya)
• Isi dengan media tanah yang sudah dilembabkan atau campurannya, jangan lupa pupuk organik minimal 1/4 bagian. Lebih banyak lebih baik karena tanaman mulai memerlukan makanan tambahan
• Pindahkan bibit semaian ke wadah sapihan. Rawat teratur hingga tanaman cukup besar (jika menggunakan gelas air mineral, akarnya mulai kelihatan di sekeliling gelas)
• Siap ditanam di tanah/pot
Jika kita tidak ingin menyapih, jalan tengahnya dengan memindahkan tanaman setelah cukup besar (daun asli sudah lebih dari 4). Jika demikian, lubang semai (jika di tray semai) harus cukup besar untuk menampung perakaran atau jarak semaian harus cukup agar perakaran dapat berkembang dengan baik.
4. Menanam
Menanam dapat dilakukan dari hasil sapihan, atau hasil semaian atau hasil pra-semai atau bahkan langsung dari benih. Keuntungan dan kerugian sudah dijelaskan di atas.
Apa saja yang perlu diperhatikan ?
• Jika menggunakan pot/polibag, gunakan pot/polibag dengan ukuran memadai pada saat tanaman dewasa. Misal tanaman cabai atau tomat, sebaiknya gunakan ukuran diameter 50-60cm. Parsley cukup 30cm dsb.
• Gunakan campuran tanah dan media lain seperti sekam agar porousitas media cukup baik, yaitu dapat menangkap air tetapi tidak menahan yang menyebabkan air tergenang. Jangan lupa beri pupuk organik minimal 1/4 bagian. Lebih banyak lebih baik. Berbeda dengan pupuk kimia, pupuk organik sebetulnya adalah tanah yang kaya unsur hara, sehingga aplikasi pupuk organik dalam jumlah banyak tidak apa-apa.
• Jika menanam di tanah, jarak tanam disesuaikan dengan jenis tanaman, misal cabai/tomat/brokoli jarak sekitar 60cm, Caisim/Pakcoy/Horenzo dll cukup 15-20cm. Tujuannya agar ruang tumbuh dan paparan sinar matahari cukup, dan tidak bersaing mencari makanan
• Tinggal lakukan perawatan (siram, pruning, pupuk dsb) dan panen
Penanganan Khusus
• Menanam bayam dilakukan langsung di tanah. Karena biji bayam sangat kecil, untuk memudahkan menebar, campur 1 bagian biji bayam dengan 10 bagian pasir halus, aduk rata, baru ditabur. Dengan demikian, sebarannya akan lebih merata. Dapat juga menggunakan amplop yang salah satu ujungnya digunting sehingga membentuk lubang kecil. Benih bayam ditebar dengan menguncang-guncang amplop sehingga benih keluar dari lubang amplop tsb.
• Jangan lakukan perendaman (Pra-Semai) pada kacang Edamame karena kulitnya mudah terkelupas jika kena air. Begitu juga benih kemangi/basil atau sejenisnya
• Menanam umbi2an seperti wortel atau lobak sebaiknya langsung di tanah (langsung tahap 4) jika diinginkan bentuk umbi yang bagus.
• Jika menanam langsung di tanah (langsung tahap 4), sebaiknya satu lubang diisi 2-4 biji sehingga probabilitas tumbuh tiap lubang sangat besar. Nantinya hanya dipertahankan satu tanaman yang paling bagus/sehat. Yang lain dicabut atau dipindahkan (jangan mengganggu perakaran tanaman yang sehatnya)
• Benih besar seperti buncis, paria, jagung biasanya langsung ditanam. Jika ingin disemai, gunakan wadah yang agak besar, misal gelas air mineral
• Tanaman bunga umumnya memerlukan cahaya matahari lebih banyak agar lancar berbunga
SELAMAT MENANAM
Dikutip dari : http://www.famorganic.com/artikel/menanam%20dari%20benih.html
PERTANIAN YANG RAMAH LINGKUNGAN
PERTANIAN YG RAMAH LINGKUNGAN
Pada awalnya pertanian dilakukan secara organik, baik dalam penggunaan pupuk ataupun pengendalian OPT (organisme pengganngu tanaman). Seiring berkembangnya kebutuhan manusia yang ingin serba instan, terciptalah pupuk dan pestisida sintetis(anorganik) yang lebih disukai.
Apasih kelebihan pertanian Anorganik?
- kemampuan pupuk sintetis(mis Urea, Za, KCl dll) membuat pertumbuhan tanaman lebih cepat, daun, bunga atau buahnya
- Pest sint, lebih cepat membunuh opt, sekali dorrr...! langsung mati
- Lebih disukai karena memberikan hasil langsung ysng nyata
Keburukannnya apa?
- Pupuk sint hanya memberi makanan untuk tanaman
- Pest. sint membunuh semua hama & organisme lainnya. Residunya sukar terurai.
- Dosisnya selalu bertambah, apalagi pemakaian dengan cara dioplos
Kelebihan Pertanian Organik
Dalam pemakaian pupuk organik, kita tidak hanya memberi hara untuk tanaman, tetapi juga memberi makanan tanah & mmperbaiki struktur tanah.
Untuk berpindah dr pertanian anorganik ke organik memang tidak mudah, harus secara bertahap, Biasanya hasil akan berkurang sementara, ta
pi ini tidak lama, ...tiga-empat musim tanam selanjutnya hasil akan merangkak naik (ini yang membuat petani tidak sabar)
Pupuk organik murah, mudah dan dapat dibuat sendiri dgn ketersediaan bahan baku yang tidak akan pernah habis selama ada kehidupan.
Dengan pertanian organik pada akhirnya kita tidak perlu lagi memberi pupuk pada tanaman, karena tanahlah yang memberi makanan untuk tanaman,
Penggunaan biopestisida tidak akan membunuh serangga predator, parasitoid dan jasad renik yang sesungguhnya sahabat petani.
Pengaplikasiannya juga harus sabar dan berkali-kali, karena biopestisida ini
tidak membasmi tetapi mengendalikan.
Pestisida nabati (berasal dari tanaman), murah, mudah dan dapat dibuat sendiri.
Naah ... sekarang keputusan ada di tangan teman2 semua, mana yang akan dipilih, pertanian yang ramah lingkungan atau penggunaan bahan kimia sintetis yang dapat menyebabkan akumulasi kanker pada tubuh kita.
(By Ida Satari)
Langganan:
Postingan (Atom)





